BOGOR - TRANSJURNAL.com - Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor menuai kritik dari kalangan wartawan. Mereka dinilai tidak profesional karena meninggalkan awak media tanpa kejelasan saat kegiatan berlangsung.
Sejumlah jurnalis mengaku telah hadir sejak awal acara untuk melakukan peliputan. Namun di tengah kegiatan, panitia disebut tidak memberikan informasi maupun koordinasi yang memadai, bahkan tidak terlihat di lokasi.
Akibatnya, wartawan kesulitan memperoleh keterangan resmi terkait jalannya Muscab. Tidak ada satu pun perwakilan panitia yang dapat dimintai konfirmasi, sehingga para jurnalis harus mencari informasi secara mandiri di tengah situasi yang tidak kondusif.
"Ini bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan. Kami datang untuk meliput secara profesional, tapi diperlakukan seperti tidak dianggap," ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.
Insiden tersebut dinilai mencerminkan lemahnya koordinasi internal panitia. Padahal, agenda Muscab merupakan forum penting dalam konsolidasi partai yang seharusnya diselenggarakan secara tertib dan terbuka.
Sejumlah pihak juga menilai, sikap panitia yang abai terhadap media berpotensi mencederai prinsip keterbukaan informasi publik. Peran wartawan sebagai penyampai informasi kepada masyarakat dinilai seharusnya mendapat dukungan dan fasilitasi yang layak.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari panitia Muscab PKB Kabupaten Bogor terkait kejadian tersebut.
Laporan : Indrawan
