KOLTIM - TRANSJURNAL.com - Suasana haru dan bahagia menyelimuti penyambutan jemaah haji asal Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, yang kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., secara resmi menyambut kepulangan para jemaah dalam acara yang digelar di Mes Pemda Koltim, Desa Matabondu, Kecamatan Tirawuta, Sabtu (27/6/2026).
Ratusan keluarga jemaah telah memadati lokasi sejak pagi. Mereka datang membawa rasa rindu sekaligus syukur setelah akhirnya dapat kembali bertemu anggota keluarga yang sebelumnya berangkat ke Tanah Suci.
Tangis haru pecah saat para jemaah bertemu kembali dengan keluarga. Setelah menjalani perjalanan panjang dan rangkaian ibadah di Tanah Suci, kepulangan tersebut menjadi momen yang dinanti-nantikan.
Dalam acara tersebut, Plt Bupati Koltim H. Yosep Sahaka hadir bersama jajaran pemerintah daerah.
Penyambutan juga dihadiri jajaran Forkopimda Koltim, Sekretaris Daerah Koltim, Ketua DPRD Koltim, Kepala Kantor Kementerian Agama Koltim, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Koltim, staf ahli bupati, para asisten Setda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian Setda, tokoh agama, serta keluarga jemaah.
Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk perhatian sekaligus ungkapan syukur atas kepulangan para jemaah ke Kabupaten Kolaka Timur.
Dalam sambutannya, Yosep Sahaka menyampaikan rasa syukur karena para jemaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat dan selamat.
"Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kolaka Timur, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah, bapak dan ibu dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat," ujar Yosep.
Ia kemudian mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah yang telah dilakukan selama berada di Tanah Suci diterima oleh Allah SWT.
"Semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh," lanjutnya.
Menurut Yosep, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci. Ibadah tersebut membutuhkan kesiapan fisik, mental, kesabaran, serta keikhlasan.
Karena itu, kepulangan para jemaah diharapkan tidak hanya membawa cerita perjalanan dari Tanah Suci, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pengalaman spiritual selama menjalankan ibadah haji diharapkan dapat menjadi bekal bagi para jemaah untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kehidupan sosial setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Kami berharap sepulang dari Tanah Suci, bapak dan ibu dapat menjadi teladan di tengah masyarakat, memperkuat nilai-nilai keimanan, menjaga ukhuwah, serta terus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat Kolaka Timur yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Plt Bupati Koltim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Apresiasi diberikan kepada panitia, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, petugas keamanan, serta seluruh pihak yang memberikan pelayanan kepada jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Menurutnya, kelancaran perjalanan para jemaah tidak terlepas dari kerja bersama seluruh petugas yang menjalankan tugas masing-masing.
Pelayanan dan pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan para jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan baik.
Salah satu rangkaian kegiatan ditandai dengan penyerahan jemaah haji secara simbolis dari panitia penyelenggara kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur.
Prosesi tersebut menjadi penanda bahwa para jemaah telah kembali dan diterima secara resmi oleh pemerintah daerah.
Suasana kemudian semakin penuh rasa syukur ketika acara ditutup dengan doa bersama.
Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Bagi keluarga, kepulangan jemaah menjadi momen yang sangat dinantikan.
Selama berada di Tanah Suci, keluarga di Koltim harus menunggu kabar dan perkembangan dari orang-orang tercinta.
Ketika para jemaah akhirnya kembali, rasa rindu tersebut terbayar.
Tangis haru dan kebahagiaan bercampur menjadi satu saat keluarga menyambut kepulangan mereka.
Momen tersebut menjadi gambaran betapa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual bagi jemaah, tetapi juga perjalanan emosional bagi keluarga yang menunggu di tanah air.
Pemkab Koltim berharap kepulangan para jemaah menjadi awal dari perubahan positif.
Predikat haji yang mabrur dan mabruroh diharapkan tidak hanya menjadi harapan dalam doa, tetapi tercermin melalui perilaku dan kehidupan sehari-hari.
Para jemaah diharapkan semakin memperkuat keimanan, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengalaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.
Kepulangan dari Tanah Suci bukan berarti berakhirnya perjalanan spiritual.
Sebaliknya, kepulangan tersebut menjadi awal untuk mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.
Pemkab Koltim berharap para jemaah dapat terus menjaga semangat ibadah, memperkuat ukhuwah, dan menjadi bagian dari masyarakat yang membawa suasana religius serta harmonis.
Bagi Kabupaten Kolaka Timur, kepulangan para jemaah haji menjadi kebahagiaan bersama.
Setelah menempuh perjalanan panjang, para "tamu Allah" itu akhirnya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Kini, mereka diharapkan mampu membawa semangat baru dari Tanah Suci untuk kehidupan yang lebih baik.
Selamat datang kembali jemaah haji Kolaka Timur. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh serta senantiasa membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.
Laporan Redaksi


