BOGOR - TRANSJURNAL.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memaparkan sejumlah capaian kinerja dan program strategis pada 2026. Mulai dari peningkatan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan, upaya mengembalikan anak tidak sekolah ke bangku pendidikan, hingga program beasiswa S1 bagi 300 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Berdasarkan publikasi kinerja Disdik Kabupaten Bogor Tahun 2026, instansi yang dipimpin Dr. Rusliandy, S.STP., M.Si., M.E. tersebut mencatat nilai SPI Pendidikan sebesar 75,46 dengan kategori "Adaptif". Nilai itu meningkat 4 poin dibandingkan hasil 2024 yang mencapai 71,46 dengan kategori "Integritas Korektif".
Capaian tersebut juga berada 2,16 poin di atas indeks nasional SPI Pendidikan yang tercatat sebesar 73,30. Hasil ini menjadi salah satu indikator perkembangan upaya penguatan integritas dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bogor.
Meski demikian, peningkatan nilai indeks tersebut tetap perlu diiringi dengan konsistensi pelaksanaan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Selain penguatan integritas, Disdik Kabupaten Bogor menjalankan program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) pada jenjang SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan.
Penanganan dilakukan melalui identifikasi dan verifikasi data pada portal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Data tersebut digunakan untuk memastikan ketepatan sasaran sekaligus memetakan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Disdik juga berkoordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, hingga pengurus RT dan RW untuk melakukan penjaringan langsung dari rumah ke rumah atau door to door.
Melalui gerakan "Kembali ke Sekolah", petugas berupaya menelusuri keberadaan anak yang tidak bersekolah sekaligus mengidentifikasi faktor penyebabnya. Hasil penelusuran tersebut menjadi dasar untuk menentukan alternatif penanganan sesuai kondisi masing-masing anak.
Upaya ini diperkuat melalui kunjungan langsung ke satuan pendidikan dan wilayah yang teridentifikasi memiliki jumlah ATS relatif tinggi. Koordinasi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan setempat dilakukan untuk mendorong anak kembali mendapatkan layanan pendidikan.
Bagi anak yang tidak memungkinkan mengikuti pendidikan formal, Disdik mengembangkan jalur pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), meliputi Paket A, Paket B, dan Paket C.
Program tersebut dikembangkan di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Dengan demikian, anak yang terkendala melanjutkan pendidikan formal tetap memiliki alternatif untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhan dan kondisinya.
Namun, keberhasilan program ini nantinya perlu dilihat dari data terukur, termasuk jumlah anak yang berhasil dijangkau, kembali belajar, serta bertahan mengikuti pendidikan hingga menyelesaikan jenjangnya.
Program lain yang menjadi perhatian dalam publikasi kinerja Disdik Kabupaten Bogor 2026 adalah beasiswa pendidikan S1 bagi 300 guru PAUD.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi tenaga pendidik, khususnya yang melayani anak usia dini. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Disdik menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA).
Melalui program beasiswa ini, para guru PAUD diharapkan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Peningkatan kualifikasi akademik tersebut diharapkan turut memperkuat kemampuan pendidik dalam menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas dan mendukung tumbuh kembang anak.
Peningkatan kualitas guru PAUD dinilai penting karena pendidikan usia dini merupakan salah satu tahap awal dalam membangun fondasi perkembangan anak. Karena itu, program beasiswa tidak hanya diarahkan pada peningkatan ijazah, tetapi juga diharapkan berdampak pada praktik pembelajaran di satuan pendidikan.
Pelaksanaan program ini akan menjadi bagian penting yang perlu dipantau, mulai dari penetapan penerima, proses perkuliahan, hingga penyelesaian studi dan penerapan kompetensi yang diperoleh para guru.
Dalam gambaran umum publikasi kinerja 2026, Disdik Kabupaten Bogor mencatat cakupan layanan pendidikan yang besar pada empat kelompok lembaga.
Pada jenjang PAUD terdapat 3.236 lembaga dengan 116.634 peserta didik dan 9.678 pendidik. Sementara itu, jenjang SD mencakup 1.856 lembaga, 559.775 peserta didik, dan 19.645 pendidik.
Untuk jenjang SMP, tercatat 780 lembaga dengan 237.960 peserta didik dan 9.705 pendidik. Adapun pendidikan kesetaraan melalui PKBM meliputi 233 lembaga, 68.371 peserta didik, dan 1.316 pendidik.
Data tersebut menunjukkan luasnya cakupan layanan yang perlu dikelola Disdik Kabupaten Bogor, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, hingga jalur pendidikan kesetaraan.
Dengan cakupan tersebut, tantangan penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga pemerataan layanan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan integritas, serta keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak yang berisiko putus sekolah.
Melalui sejumlah program yang dipaparkan pada 2026, Disdik Kabupaten Bogor menempatkan penguatan tata kelola, penanganan anak tidak sekolah, dan peningkatan kualifikasi guru PAUD sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan pendidikan.
Ke depan, capaian program tersebut perlu ditopang pelaporan hasil yang terukur dan transparan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, guru, dan satuan pendidikan di Kabupaten Bogor.
Laporan : Indrawan

