Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Speed Boat Tenggelam di Dongkala, Warga Kabaena Terisolasi Akses ke Ibu Kota Bombana

Monday, 12 January 2026 | January 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T11:16:36Z


BOMBANA - TRANSJURNAL.com -
Akses penyeberangan laut dari Pelabuhan Dongkala, Kecamatan Kabaena Timur, menuju Kasipute lumpuh total setelah kapal penumpang Speed Boat Express Jaya dilaporkan tenggelam di area dermaga, Senin (12/1/2026).


Peristiwa tersebut semakin memperberat kesulitan mobilitas masyarakat Pulau Kabaena, khususnya warga Kabaena Timur dan Kabaena Tengah, yang selama ini menggantungkan aktivitasnya pada transportasi laut untuk mengurus berbagai keperluan di ibu kota Kabupaten Bombana.


Kondisi ini diperparah dengan tidak beroperasinya kapal feri rute Kabaena–Kasipute yang telah lama berhenti melayani penumpang. Hingga kini, belum ada kepastian dari pihak terkait mengenai jadwal kembali beroperasinya moda transportasi laut tersebut.


"Saya hendak menyeberang ke Kasipute, tapi saat tiba di pelabuhan kaget melihat kapal sudah tenggelam. Akhirnya urusan saya ke kabupaten terpaksa ditunda," ungkap salah satu warga Kabaena Timur.


Warga menilai lumpuhnya transportasi laut sangat berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Akses menuju pusat pemerintahan, layanan kesehatan, hingga aktivitas perdagangan menjadi terhambat, bahkan nyaris terhenti.


Keluhan pun mengarah kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana agar segera mengambil langkah konkret. Masyarakat juga mempertanyakan peran lima anggota DPRD Bombana dari daerah pemilihan Pulau Kabaena yang dinilai belum maksimal menyuarakan aspirasi warga.


"Kami berharap pemerintah daerah benar-benar memikirkan kondisi kami di wilayah kepulauan. Perwakilan kami di DPRD seharusnya aktif mempertanyakan kelanjutan operasional kapal feri kepada pihak manajemen," kata warga lainnya dengan nada kecewa.


Seorang warga bahkan mengaku telah berupaya menghubungi salah satu anggota DPRD Bombana asal Pulau Kabaena, namun tidak mendapatkan respons.


"Kami makin kesulitan, apalagi setelah speed boat ini tenggelam. Transportasi laut benar-benar terbatas," tambahnya.


Masyarakat berharap mulai Februari 2026 layanan kapal feri dapat kembali beroperasi. Mereka mendesak Pemerintah Daerah, DPRD Bombana, serta Dinas Perhubungan untuk memberikan perhatian serius dan solusi nyata guna menjamin konektivitas dan pelayanan publik bagi warga Pulau Kabaena.


Laporan : Izan

×
Berita Terbaru Update