JAKARTA - TRANSJURNAL.com - Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Bidang Komunikasi dan Teknologi, Midul Makati, S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), baik di kampung halaman maupun perantauan, untuk memperkuat persatuan dan solidaritas demi mendorong kemajuan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Midul dalam momentum pelantikan pengurus dan rapat kerja KKST yang digelar di Hotel Putri Duyung, Ancol, Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Menurut Midul, kegiatan pelantikan dan rapat kerja tersebut tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial organisasi. Lebih dari itu, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi, menyatukan visi, serta merumuskan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
"Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah. Kita boleh berbeda pandangan, latar belakang maupun pilihan, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persaudaraan dan membangun Sulawesi Tenggara. Persatuan adalah modal utama kemajuan daerah," tegas Midul.
Ia menilai KKST harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara tanpa membedakan latar belakang maupun tempat tinggal. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi, memperkuat jaringan persaudaraan, serta membuka ruang kolaborasi antarelemen masyarakat.
Sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Teknologi, Midul juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengembangan organisasi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi publik, pengelolaan informasi, publikasi kegiatan, hingga memperluas jaringan masyarakat Sultra.
"Di era digital saat ini, KKST harus mampu beradaptasi dan berinovasi. Teknologi bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga menjadi kekuatan untuk menyatukan masyarakat, menyebarkan gagasan positif, dan membangun citra daerah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Midul berharap seluruh pengurus KKST dapat menjalankan amanah organisasi secara profesional, mengedepankan kepentingan bersama, serta membangun sinergi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, akademisi, dan berbagai elemen pembangunan lainnya.
Ia menegaskan, kemajuan Sulawesi Tenggara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
"Mari kita satukan energi, gagasan, dan kekuatan untuk Sulawesi Tenggara. Jangan bertanya apa yang bisa diberikan daerah kepada kita, tetapi mari bertanya apa kontribusi yang bisa kita berikan untuk kemajuan Sulawesi Tenggara," serunya.
Midul berharap KKST ke depan dapat tumbuh menjadi organisasi yang solid, inklusif, progresif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara di mana pun berada.
"Bersatu dalam persaudaraan, bergerak dalam kebersamaan, demi masa depan dan kemajuan Sulawesi Tenggara," tutup Midul Makati.
Editor Redaksi
