Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemuda LIRA Konsel Kecam Dugaan Tambang Batu di Pulau Senja, Soroti Pencemaran Laut hingga Jetty Tak Berizin

Thursday, 1 January 2026 | January 01, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T01:00:24Z


KONSEL - TRANSJURNAL.com -
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Konawe Selatan mengecam keras aktivitas penambangan batu (crusher) yang diduga dilakukan oleh PT Hoffman Energi Perkasa di Pulau Senja, Konawe Selatan. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi merusak ekosistem laut dan melanggar aturan perizinan.


Ketua DPD Pemuda LIRA Konsel, Ibrahim Haris atau yang akrab disapa Ibonk, mengatakan penambangan batu di wilayah pesisir Pulau Senja berisiko menimbulkan pencemaran laut akibat sedimentasi material batu yang masuk ke perairan.


“Ini bukan sekadar penambangan biasa. Limbah material dan sedimentasi dapat merusak habitat biota laut serta mengancam mata pencaharian nelayan di sekitar Pulau Senja,” ujar Ibrahim Haris, Jum'at (02/01/2026).


Selain persoalan pencemaran lingkungan, Pemuda LIRA Konsel juga menyoroti keberadaan jetty atau dermaga khusus yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pengangkutan material batu. Jetty tersebut diduga dibangun dan dioperasikan tanpa mengantongi izin resmi.


"Kami menduga jetty itu tidak berizin. Jika benar, ini merupakan pelanggaran serius karena menyangkut tata ruang laut, keselamatan pelayaran, serta kewenangan negara dalam pengelolaan wilayah pesisir," katanya.


Atas temuan tersebut, DPD Pemuda LIRA Konsel mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menghentikan seluruh aktivitas penambangan di Pulau Senja. Mereka juga meminta aparat memeriksa pimpinan PT Hoffman Energi Perkasa serta mengusut dugaan pencemaran biota laut dan pembangunan jetty ilegal.


Pemuda LIRA Konsel menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas dan siap menempuh jalur hukum demi menjaga kelestarian ekosistem laut Pulau Senja serta melindungi hak hidup masyarakat pesisir. (**)

×
Berita Terbaru Update