BOGOR - TRANSJURNAL.com - Proyek Revitalisasi Terminal Bubulak Tahap I yang dikerjakan Dinas Perhubungan Kota Bogor menuai sorotan publik. Proyek dengan pagu anggaran Rp11.624.704.000 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp11.619.262.500 itu diduga tidak memenuhi standar kualitas pekerjaan serta akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
Berdasarkan temuan lapangan pada Senin (12/1/2026), masih ditemukan genangan air di sejumlah titik vital Terminal Bubulak. Genangan tersebut terlihat di area angkutan umum, area tunggu penumpang, hingga jalur sirkulasi pengguna terminal.
Kondisi itu memunculkan dugaan adanya kelemahan perencanaan teknis, khususnya pada sistem drainase, buruknya pelaksanaan pekerjaan konstruksi, serta tidak optimalnya pengawasan proyek oleh pihak terkait.
"Proyek bernilai belasan miliar rupiah ini seharusnya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Fakta adanya genangan air justru menunjukkan indikasi kegagalan perencanaan dan pelaksanaan," ujar perwakilan Pemuda LIRA Bogor Raya dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Menurut Pemuda LIRA, persoalan tersebut tidak semata bersifat teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mereka menilai proyek revitalisasi Terminal Bubulak belum memenuhi asas efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas.
"Terminal adalah fasilitas publik. Seharusnya memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, bukan malah menimbulkan risiko baru," tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Pemuda LIRA Bogor Raya mendesak Pemerintah Kota Bogor untuk melakukan audit teknis dan keuangan secara menyeluruh terhadap proyek Revitalisasi Terminal Bubulak Tahap I. Selain itu, mereka juga meminta evaluasi terhadap kinerja kontraktor dan pengawas proyek serta keterbukaan informasi kepada publik terkait perencanaan hingga hasil pekerjaan.
Pemuda LIRA Bogor Raya menyatakan akan terus melakukan kontrol sosial dan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah lanjutan, termasuk aksi terbuka, apabila dugaan permasalahan proyek ini tidak segera ditindaklanjuti secara serius.
"Uang rakyat tidak boleh habis untuk proyek bermasalah. Terminal Bubulak harus menjadi fasilitas publik yang layak, bukan simbol pemborosan anggaran," pungkasnya.
Laporan : Indrawan
