BOGOR - TRANSJURNAL.com - Keputusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam merespons dinamika internal, termasuk pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis (Ka Bais), menuai apresiasi dari kalangan mahasiswa dan pemuda di Bogor.
Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor, M. Iqbal Ramadhan, menilai langkah tersebut sebagai cerminan sikap ksatria dan bentuk tanggung jawab moral institusi kepada publik.
"Pengunduran diri itu bukan sekadar keputusan pribadi, tetapi simbol komitmen menjaga kehormatan organisasi. Ini patut diapresiasi," ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi negatif yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Menurutnya, situasi ini harus disikapi secara bijak dan objektif.
Iqbal juga menekankan pentingnya mengawal proses hukum yang sedang berjalan dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
"Kita kawal prosesnya agar transparan, tapi jangan sampai persatuan terganggu. Jangan beri ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi ini," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai peran TNI sangat strategis dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan negara harus terus diperkuat.
Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor, kata Iqbal, siap menjadi mitra kritis sekaligus pendukung dalam upaya menegakkan keadilan dan menjaga keutuhan NKRI.
"Pengunduran diri adalah puncak tanggung jawab. Kita jaga proses hukumnya, kita rawat kehormatan institusinya, dan kita perkuat persatuan bangsa," pungkasnya.
Laporan : Indrawan
