×

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI TRANSJURNAL.COM

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Karhutla Mengganas di Koltim, 206 Hektare Lahan Terdampak

Sunday, 30 August 2026 | August 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T00:26:58Z


KOLTIM - TRANSJURNAL.com -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara. Tim gabungan bergerak menangani tiga titik kebakaran di Desa Wesalo dan Desa Keisio, Kecamatan Lalolae, Minggu (30/8/2026).


Penanganan karhutla dilakukan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Manggala Agni, TNI, dan Polri.


Tim gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke wilayah lainnya.


Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi langkah cepat Pemkab Koltim dalam menghadapi meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau.


Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kolaka Timur per 29 Agustus 2026, Kecamatan Lalolae menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian serius karena karhutla terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir.


Di Desa Wesalo, karhutla tercatat terjadi pada 24 Agustus dengan luas areal terdampak sekitar 4 hektare. Kebakaran kembali terjadi pada 26 Agustus dengan luas areal terdampak mencapai 82 hektare.


Sementara di Desa Keisio, karhutla tercatat terjadi pada 27 Agustus dengan luas areal terdampak mencapai 19 hektare.


Rentetan kejadian tersebut menunjukkan tingginya potensi karhutla di tengah kondisi musim kemarau.


Secara kumulatif, BPBD Koltim mencatat luas areal terdampak karhutla hingga 29 Agustus 2026 mencapai 206,25 hektare.


Selain karhutla, musim kemarau juga berdampak terhadap kondisi lahan. Luas areal yang terdampak kekeringan tercatat mencapai 1.886,57 hektare.


Pemkab Koltim melalui BPBD menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI/Polri, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mencegah kebakaran semakin meluas.


Tak hanya melakukan pemadaman, pemerintah daerah juga terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.


Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.


Pemkab Koltim berkomitmen memperkuat koordinasi dan respons cepat dalam menghadapi bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat dan wilayah Kolaka Timur.


Dengan kondisi kemarau yang masih meningkatkan risiko kebakaran, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama untuk mencegah kejadian serupa kembali meluas. (Dsk)


Editor Redaksi 

×
Berita Terbaru Update