Notification

×

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI TRANSJURNAL.COM

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RSUD Bhakti Pajajaran Hadirkan Layanan DSA, Bantu Deteksi Gangguan Pembuluh Darah dan Tangani Stroke Lebih Cepat

Thursday, 22 October 2026 | October 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T08:51:31Z


BOGOR - TRANSJURNAL.com -
Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bogor. RSUD Bhakti Pajajaran menghadirkan layanan Digital Subtraction Angiography (DSA), teknologi pencitraan medis yang membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah secara lebih detail untuk mendukung diagnosis dan penanganan berbagai gangguan pembuluh darah, termasuk pada pasien stroke.


Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pemeriksaan dan penanganan pasien dengan gangguan pembuluh darah yang membutuhkan evaluasi medis secara tepat.


Dokter Spesialis Neurologi RSUD Bhakti Pajajaran, Dr. Harris Murdianto, Sp.N, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan segera. Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis utama, yakni stroke iskemik akibat penyumbatan pembuluh darah dan stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah di otak.


"Pada kasus stroke, kita berpacu dengan waktu. Semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit, semakin cepat pula pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan. Harapannya, peluang pemulihan pasien menjadi lebih baik," jelas Dr. Harris saat ditemui di ruang kerjanya.


Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah menuju bagian otak terhambat oleh sumbatan, misalnya akibat bekuan darah. Sementara itu, stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan.


Kedua kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis yang sesuai. Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala stroke dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda-tanda yang mencurigakan.


Gejala stroke dapat berupa wajah mendadak menurun pada satu sisi, kelemahan atau mati rasa pada lengan, serta kesulitan berbicara. Gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, atau sakit kepala hebat yang muncul mendadak juga perlu diwaspadai.


Jangan menunggu gejala mereda dengan sendirinya. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan otak dan kecacatan.


Dr. Harris menerangkan, pada pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria medis, dokter dapat mempertimbangkan terapi trombolisis, yakni pemberian obat untuk membantu melarutkan bekuan darah.


Terapi tersebut umumnya dapat dipertimbangkan dalam jendela waktu hingga 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan, kondisi pasien, serta ada atau tidaknya kontraindikasi.



Selain itu, pada pasien tertentu yang mengalami sumbatan pembuluh darah besar, dokter dapat mempertimbangkan tindakan trombektomi mekanis. Prosedur ini dilakukan menggunakan kateter untuk mengambil bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah.


Keputusan mengenai jenis terapi harus didasarkan pada evaluasi dokter dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan.


Digital Subtraction Angiography (DSA) merupakan prosedur pencitraan yang menggunakan sinar-X dan bahan kontras untuk menampilkan pembuluh darah secara lebih jelas. Teknik ini membantu dokter mengevaluasi kondisi pembuluh darah dan mengidentifikasi kelainan tertentu sesuai indikasi medis.


Dalam penanganan gangguan pembuluh darah, pemeriksaan yang tepat dapat membantu dokter menentukan langkah selanjutnya berdasarkan kondisi masing-masing pasien.


Meski demikian, DSA tidak otomatis diperlukan pada semua pasien stroke. Pemilihan pemeriksaan maupun tindakan medis disesuaikan dengan gejala, hasil evaluasi klinis, serta kebutuhan pasien.


Hadirnya layanan DSA di RSUD Bhakti Pajajaran menjadi bagian dari upaya pengembangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap penyakit yang berisiko mengancam jiwa.


Laporan : indrawan

×
Berita Terbaru Update