![]() |
| Ketgam: Pembangunan betonisasi jalan di Desa Bantarjati Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor Jawa Barat. (Ft IDR) |
BOGOR - TRANSJURNAL.com - Pembangunan betonisasi jalan di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menuai sorotan tajam warga. Proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025 itu viral lantaran kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami retak-retak dengan pola menyerupai motif batik.
Pantauan di lokasi, betonisasi jalan di wilayah Kampung Nambo RW 001/002 tersebut diketahui baru rampung pada Rabu (24/12/2025). Namun, belum genap sebulan dimanfaatkan, permukaan jalan sudah menunjukkan keretakan cukup parah yang dinilai membahayakan dan mengkhawatirkan kualitas konstruksi.
"Ini jalan belum lama selesai, tapi kondisinya sudah retak-retak parah. Seperti dikerjakan asal-asalan. Padahal ini untuk kebutuhan warga sehari-hari," ujar salah seorang warga kepada awak media.
Proyek betonisasi tersebut memiliki nilai anggaran mencapai Rp 419.168.400 termasuk pajak, dengan waktu pelaksanaan selama 18 hari kerja. Fakta di lapangan pun memunculkan tanda tanya besar terkait mutu pekerjaan yang dinilai jauh dari standar.
Sejumlah awak media kemudian mendatangi Kantor Desa Bantarjati untuk meminta penjelasan. Dari keterangan pihak desa, pekerjaan betonisasi tersebut disebut dikerjakan oleh pihak ketiga, yakni PT Sahaja Aktiva Jaya, yang beralamat di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri.
Namun pernyataan tersebut justru menimbulkan sorotan lanjutan. Pasalnya, pada papan informasi proyek tertulis bahwa pelaksana kegiatan adalah TPK dan masyarakat, bukan kontraktor pihak ketiga. Perbedaan keterangan ini memicu dugaan adanya ketidaksesuaian pelaksanaan proyek di lapangan.
Kepala Desa Bantarjati, Supena, membenarkan adanya proyek betonisasi tersebut. Ia mengaku telah meminta Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk segera melakukan perbaikan terhadap jalan yang mengalami keretakan.
"Saya sudah meminta TPK agar segera memperbaiki jalan tersebut," ujar Supena singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi maupun klarifikasi resmi dari pihak PT Sahaja Aktiva Jaya terkait dugaan keretakan beton dan mutu pekerjaan yang dipersoalkan warga.
Warga pun khawatir kondisi jalan yang sudah rusak sebelum dimanfaatkan secara maksimal ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara. Mereka mendesak aparat terkait, baik pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk segera turun tangan dan menindak tegas pihak pelaksana proyek jika terbukti lalai.
"Kalau dibiarkan, ini hanya buang-buang uang negara. Kami minta ada tindakan tegas," tegas warga.
