BOGOR - TRANSJURNAL.com - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menunjang kesehatan siswa justru menuai sorotan tajam. Di SDN 01 Jasinga, Kabupaten Bogor, ditemukan dugaan makanan mengandung belatung yang sempat diberikan kepada siswa.
Temuan ini langsung memicu kemarahan para orang tua murid. Mereka menilai insiden ini bukan kesalahan teknis, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program.
"Ini anak-anak, bukan tempat buang makanan tidak layak. Harus ada tindakan tegas,' ujar salah satu wali murid dengan nada geram.
Para orang tua mempertanyakan proses pengadaan hingga distribusi makanan dalam program MBG. Mereka mendesak pihak terkait untuk membuka secara transparan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
Tak hanya di SDN Jasinga, sorotan juga mengarah pada pelaksanaan MBG di Pesantren Al Basmalah. Informasi yang beredar menyebutkan siswa hanya menerima nasi dengan telur mentah. Kondisi ini dinilai semakin memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam pengelolaan program MBG.
Sejumlah pihak menilai kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Program yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak dinilai harus diawasi secara ketat, mulai dari kualitas bahan hingga standar distribusi.
Publik kini menuntut adanya investigasi menyeluruh serta sanksi tegas bagi pihak yang terbukti lalai. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan program MBG dianggap penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kejadian tersebut. Namun desakan agar dilakukan evaluasi total terus menguat, mengingat program MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa.
Laporan : Indrawan
