KOLTIM - TRANSJURNAL.com - Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Sebanyak 90 peserta dari berbagai unsur mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Koltim.
Kegiatan bertajuk Peningkatan Sumber Daya Manusia yang Berkaitan Langsung pada Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Kewenangan Kabupaten/Kota itu berlangsung di Aula Mess Pemda Koltim, Desa Matabondu, Kecamatan Tirawuta, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt Bupati Koltim H Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Yosep menegaskan perlindungan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi, kita jaga dan kita pastikan tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang secara optimal," kata Yosep.
Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap anak harus dilakukan sejak dini. Pemerintah dan masyarakat tidak boleh hanya bergerak ketika kasus sudah terjadi, tetapi perlu memperkuat langkah preventif melalui edukasi, peningkatan kapasitas, serta kepedulian bersama.
Yosep berharap peserta dapat memahami berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mengenali potensi kasus sejak dini, hingga mampu mengambil langkah yang tepat dalam memberikan perlindungan.
"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun lingkungan yang ramah dan aman bagi anak di Kabupaten Kolaka Timur," ujarnya.
Kepala Dinas PPPA Koltim Ferry Armeinius, S.T., M.Eng., Sc mengatakan peningkatan kapasitas SDM merupakan bagian penting dalam memperkuat sistem perlindungan anak di Koltim.
Dia menyebut pencegahan kekerasan membutuhkan pemahaman dan kemampuan yang memadai dari seluruh pemangku kepentingan agar upaya perlindungan dapat berjalan terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan kekerasan terhadap anak, sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak," kata Ferry.
Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari TP-PKK Koltim sebanyak 5 orang, DWP Koltim 5 orang, Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) 12 orang, hingga Forum Anak Kabupaten Koltim sebanyak 6 orang.
Kegiatan juga melibatkan Komite PATBM dari 12 kecamatan. Rinciannya, Mowewe 3 orang, Uluiwoi 2 orang, Tinondo 5 orang, Lalolae 2 orang, Tirawuta 5 orang, Loea 2 orang, Ladongi 5 orang, Dangia 5 orang, Poli-polia 5 orang, Aere 5 orang, Lambandia 7 orang, dan Ueesi 2 orang.
Selain itu, peserta berasal dari UPTD PPPA Koltim 3 orang, Sekretariat PPPA 3 orang, Bidang PHA 3 orang, Bidang PUG 3 orang, serta Bidang PHIP 2 orang.
Ferry menekankan keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Keberadaan PATBM di tingkat kecamatan juga dinilai penting untuk mendekatkan sistem perlindungan anak kepada masyarakat.
Pemkab Koltim berharap peningkatan kapasitas SDM ini mampu memperkuat kemampuan para pihak dalam mengenali dan mencegah potensi kekerasan terhadap anak sejak dini.
Dengan sinergi pemerintah, keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan, Pemkab Koltim menargetkan terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (Dsk)
Editor Redaksi


