KONUT - TRANSJURNAL.com - Estafet kepemimpinan di SMA Negeri 1 Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, resmi berganti. Fredrik Kawatak, S.Pd. kini menerima amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Langgikima.
Serah terima jabatan berlangsung lancar dan menjadi momentum baru bagi keluarga besar SMAN 1 Langgikima untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan prestasi peserta didik.
Prosesi tersebut turut dihadiri jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Rayon Konawe-Konawe Utara. Hadir pula sekretaris dan para kepala seksi, pihak perusahaan, kepala sekolah SMA, SMK dan SLB se-Kabupaten Konawe Utara, dewan guru SMAN 1 Langgikima hingga seluruh pengurus OSIS.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam pergantian kepemimpinan sekolah. Momentum ini sekaligus memperkuat sinergi antara satuan pendidikan, pemerintah, dunia usaha, guru dan peserta didik dalam mendorong kemajuan pendidikan di Konawe Utara.
Usai menerima amanah sebagai Plt Kepala SMAN 1 Langgikima, Fredrik Kawatak menyampaikan sejumlah target yang ingin didorong selama menjalankan tugas.
Salah satunya adalah meningkatkan prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun non akademik.
"Harapan saya ke depan adalah memajukan SMAN 1 Langgikima, terutama di bidang prestasi akademik dan prestasi non akademik," ujar Fredrik.
Menurutnya, potensi siswa harus terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Prestasi yang diraih peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga membawa nama baik SMAN 1 Langgikima di tingkat yang lebih luas.
Namun, Fredrik menegaskan kepemimpinan baru tidak berarti meninggalkan program yang telah dirintis sebelumnya.
Ia berkomitmen melanjutkan berbagai program yang masih berjalan maupun belum terselesaikan.
"Selain meningkatkan prestasi, saya juga bertekad melanjutkan program-program yang belum diselesaikan oleh pemimpin sebelumnya," katanya.
Selain mengejar prestasi siswa, Fredrik juga menaruh perhatian pada penguatan kerja sama antara sekolah dan dunia usaha.
Salah satu yang menjadi bidikan adalah perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Langgikima.
Menurut Fredrik, keberadaan perusahaan di sekitar wilayah sekolah dapat menjadi potensi untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan peserta didik.
Salah satu program yang ingin didorong adalah beasiswa prestasi bagi siswa.
"Ke depan saya juga akan membangun kerja sama dengan pihak perusahaan tambang yang berada di wilayah Kecamatan Langgikima, terutama untuk kesejahteraan siswa melalui beasiswa prestasi," ungkapnya.
Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih besar bagi siswa berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Pergantian kepemimpinan di SMAN 1 Langgikima diharapkan tidak berhenti pada prosesi serah terima jabatan. Momentum tersebut menjadi awal untuk memperkuat program pendidikan dan membangun kolaborasi yang lebih luas.
Fredrik berharap dukungan dari dewan guru, tenaga kependidikan, OSIS, Cabang Dinas Pendidikan, para kepala sekolah serta berbagai pihak dapat menjadi kekuatan bersama dalam membawa SMAN 1 Langgikima semakin berkembang.
Dengan amanah baru tersebut, Fredrik kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga kesinambungan program sekaligus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi siswa.
Targetnya jelas: prestasi akademik dan non akademik meningkat, program sekolah berlanjut, dan peluang beasiswa bagi siswa semakin terbuka.
Laporan Redaksi
