BOGOR - TRANSJURNAL.com - Ratusan warga Kampung Jamakir dan Kampung Tegal Jambu, RT 01, 02, dan 03 RW 05, Desa Sukahati, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, mengeluhkan krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Sumur dan mata air warga disebut mengering total. Di tengah kondisi tersebut, warga mengaku telah meminta bantuan kepada sejumlah pihak, termasuk PDAM, namun belum memperoleh kepastian penyaluran air bersih.
Keluhan warga itu disampaikan pada Senin (7/9/2026). Mereka berharap PDAM maupun instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Salah satu pihak yang menjadi sorotan warga adalah Arfur dari PDAM. Warga mengaku telah menghubunginya untuk meminta bantuan air bersih.
Namun, menurut warga, komunikasi tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai bantuan yang dapat diberikan. Mereka mengaku justru diarahkan kepada pihak lain.
"Kami minta bantuan air bersih, bukan minta uang. Tapi dari PDAM, Dewan, hingga Dinas Damkar, semuanya saling lempar. Siapa yang mau bertanggung jawab?" keluh seorang perwakilan warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Warga mempertanyakan langkah PDAM dalam merespons kondisi masyarakat yang sedang mengalami kekeringan. Mereka berharap permintaan bantuan air bersih tidak berhenti pada pengalihan kepada instansi lain.
Warga meminta PDAM memberikan kejelasan mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Mereka berharap PDAM berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi terkait agar bantuan air bersih dapat segera disalurkan ke Kampung Jamakir dan Kampung Tegal Jambu.
Menurut warga, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda, terutama ketika sumur dan mata air telah mengering.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar. Kami berharap PDAM hadir memberikan solusi, bukan sekadar mengarahkan kami ke pihak lain," ujar warga.
Selain PDAM, warga juga mengaku telah menghubungi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor H. Agus Salim dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi.
Warga berharap seluruh pihak terkait dapat berkoordinasi untuk mengatasi krisis air bersih tersebut.
Mereka mendesak Bupati Bogor Rudy Susmanto segera memerintahkan instansi terkait, termasuk PDAM, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR, untuk menyalurkan bantuan air bersih.
Warga juga meminta pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari PDAM terkait keluhan warga dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Laporan : Indrawan
