Notification

×

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI TRANSJURNAL.COM

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KNPI Bogor Minta Pemkab Netral, Farizan: Pemuda Harus Jadi Kontrol Sosial, Bukan Alat Kekuasaan

Thursday, 11 June 2026 | June 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T09:59:05Z


BOGOR - TRANSJURNAL.com -
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Farizan, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan persatuan di kalangan pemuda di tengah dinamika organisasi dan perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.


Menurut Farizan, perbedaan sikap maupun pilihan organisasi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, seluruh elemen kepemudaan harus tetap mengedepankan kepentingan yang lebih besar, yakni pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.


Farizan juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bersikap netral dan objektif dalam merangkul seluruh organisasi serta elemen kepemudaan. Ia menilai pemerintah harus memberikan ruang yang sama kepada seluruh pemuda tanpa membeda-bedakan kelompok tertentu.


"Pemerintah harus mampu mengakomodasi seluruh elemen kepemudaan secara adil. Jangan sampai ada kesan keberpihakan kepada kelompok tertentu. Semua pemuda memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah," kata Farizan dalam keterangannya, Kamis.


Ia menegaskan, pemuda tidak boleh hanya dijadikan alat legitimasi kekuasaan. Menurutnya, peran utama pemuda adalah sebagai kekuatan moral, agen perubahan, sekaligus kontrol sosial terhadap kebijakan publik yang dijalankan oleh pemerintah maupun para pemangku kepentingan.


"Pemuda bukan alat legitimasi kekuasaan. Fungsi pemuda adalah menjadi kekuatan moral, agen perubahan, dan kontrol sosial terhadap setiap kebijakan publik," tegasnya.


Farizan menilai generasi muda memiliki potensi besar karena berada pada usia produktif yang penuh energi, gagasan, dan kemampuan untuk memahami persoalan sosial di lingkungannya. Karena itu, peran pemuda perlu diarahkan pada pengawasan pembangunan, penyampaian aspirasi masyarakat, serta pengawalan kebijakan agar berjalan tepat sasaran.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah, melainkan dari sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh masyarakat.


"Pemuda memiliki tanggung jawab historis untuk memastikan tidak terjadi ketimpangan, diskriminasi, maupun penyalahgunaan kewenangan dalam proses pembangunan," ujarnya.


DPD KNPI Kabupaten Bogor pun mengajak seluruh elemen pemuda untuk memperkuat persatuan dan mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah. Farizan menekankan bahwa kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dari upaya menjaga transparansi, akuntabilitas, serta kualitas tata kelola pemerintahan.


"Pemuda memiliki batas usia, tetapi semangat perjuangan tidak mengenal batas. Selama masih berada dalam usia produktif, pemuda harus hadir di tengah masyarakat, memahami kondisi wilayahnya, mengawal kebijakan publik, dan memastikan pembangunan berjalan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang," pungkasnya.


Laporan : Indrawan 

×
Berita Terbaru Update