Notification

×

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI TRANSJURNAL.COM

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Persatuan Jurnalis Indonesia DPC Kolaka Timur Ingatkan Kontraktor Bendung Gunung Jaya, Libatkan Pengusaha dan Pekerja Lokal

Tuesday, 18 August 2026 | August 18, 2026 WIB Last Updated 2026-08-18T21:20:31Z


KOLTIM - TRANSJURNAL.com -
Rencana pembangunan Bendung Gunung Jaya di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Namun, proyek infrastruktur pertanian yang disebut bernilai sekitar Rp70 miliar itu diingatkan agar tidak hanya membangun fisik bendung, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.


Ketua DPC Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Koltim, Jusran, meminta BUMN maupun kontraktor pelaksana proyek membuka ruang seluas-luasnya bagi pengusaha lokal, penyedia jasa, hingga tenaga kerja asal Kolaka Timur.


Menurutnya, pembangunan Bendung Gunung Jaya merupakan peluang besar untuk menggerakkan roda perekonomian daerah, terutama karena proyek tersebut berada di wilayah Koltim dan ditujukan mendukung sistem irigasi pertanian di Kecamatan Dangia serta wilayah sekitarnya.


"Jangan sampai proyeknya ada di Kolaka Timur, tetapi materialnya dari luar Kolaka Timur, termasuk tenaga kerjanya juga semua dari luar Kolaka Timur. Jadi masyarakat dan pengusaha lokal justru hanya menjadi penonton dikampung sendiri. Ini yang harus dicegah sejak awal," tegas Jusran.


Ia menilai keterlibatan pelaku usaha lokal bukan sekedar persoalan pembagian pekerjaan, melainkan bentuk keberpihakan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah lokasi proyek. Sebab, proyek yang menggunakan anggaran negara dinilai seharusnya mampu menciptakan efek berganda bagi warga Koltim.


Jusran menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan perusahaan yang memenangkan tender pembangunan Bendung Gunung Jaya. Ia menyebut proses tender merupakan mekanisme resmi yang harus dihormati seluruh pihak.


"Kami tidak mempersoalkan siapa yang memenangkan tender. Itu proses yang harus dihormati. Tetapi setelah pekerjaan berada di Kolaka Timur, jangan tutup pintu bagi pengusaha dan pekerja lokal. Berikan kesempatan yang adil kepada anak daerah untuk ikut berkontribusi," ujarnya.


Meski memberikan sejumlah catatan, Jusran menegaskan PJI Koltim tetap mendukung penuh pembangunan Bendung Gunung Jaya sepanjang dilaksanakan sesuai harapan masyarakat Kolaka Timur.


Ia menyebut pembangunan infrastruktur pertanian itu menjadi peluang penting bagi Koltim di tengah keterbatasan fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung.


"Ini kesempatan besar bagi Kolaka Timur. Pemerintah pusat masih memberikan perhatian melalui pembangunan infrastruktur pertanian. Karena itu, proyek ini harus benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat," tuturnya.


Jusran juga mengingatkan kontraktor agar tidak mengorbankan kualitas pekerjaan demi mengejar keuntungan. Menurutnya, fungsi Bendung Gunung Jaya sangat strategis karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan irigasi, produktivitas sawah, dan ketahanan pangan masyarakat.


"Kami tidak ingin proyek puluhan miliar rupiah ini hanya bagus di awal. Bendung dibangun untuk melayani petani dalam jangka panjang. Kualitas pekerjaan tidak boleh dikompromikan," tegasnya.


Ia menilai kerusakan infrastruktur dalam waktu singkat setelah proyek rampung akan menjadi kerugian besar bagi petani yang bergantung pada ketersediaan air irigasi untuk mengelola lahan pertanian.


Karena itu, Jusran berharap BUMN dan kontraktor membangun komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan di Kolaka Timur agar pelaksanaan proyek berjalan transparan dan minim persoalan.


"Pesan saya sederhana, pengusaha atau penambang batu gunung di Kolaka Timur wajib diberikan ruang. Kalau ada tenaga kerja lokal yang kompeten, prioritaskan. Proyek negara harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pungkas Jusran.


Editor : Epin 

×
Berita Terbaru Update