Notification

×

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI TRANSJURNAL.COM

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sawah Warga Raraa Terancam Kekeringan, Camat Ladongi Turun Tangan Cari Solusi: Sumur Bor Jadi Opsi Utama

Saturday, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T13:50:54Z


KOLTIM - TRANSJURNAL.com -
Kekeringan yang melanda lahan persawahan warga di Kelurahan Raraa, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), mendapat perhatian langsung dari pemerintah kecamatan.


Camat Ladongi bersama Lurah Raraa dan Bhabinkamtibmas turun langsung melihat kondisi lahan pertanian sekaligus mencari solusi agar sawah warga tetap mendapatkan pasokan air di tengah kondisi kemarau.


Langkah tersebut dilakukan menyusul kekhawatiran petani terhadap keberlangsungan tanaman padi yang membutuhkan ketersediaan air. Jika persoalan pengairan tidak segera ditangani, produktivitas pertanian warga dikhawatirkan ikut terdampak.


Di tengah kondisi tersebut, pemerintah kecamatan tidak ingin hanya menunggu datangnya hujan. Salah satu solusi yang mulai dibahas adalah pembuatan sumur bor sebagai sumber air alternatif untuk membantu mengairi persawahan warga.


Camat Ladongi bersama Lurah Raraa dan Bhabinkamtibmas bahkan turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mencari titik yang memungkinkan untuk mendukung upaya penyediaan sumber air.


"Kita mencari solusi bersama agar persawahan masyarakat di Raraa tetap bisa mendapatkan air. Salah satu alternatif yang kita pikirkan adalah pembuatan sumur bor," ujar Camat Ladongi saat berada di wilayah persawahan warga.


Menurutnya, persoalan kekeringan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan usaha tani dan penghasilan masyarakat.


Upaya mencari sumber air alternatif tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.


Bagi petani, air menjadi faktor yang sangat menentukan. Ketika saluran atau sumber air tidak mampu memenuhi kebutuhan sawah, tanaman berisiko mengalami gangguan pertumbuhan hingga gagal panen.


Karena itu, keberadaan sumur bor diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka pendek maupun jangka menengah untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di Raraa.


Camat Ladongi juga menegaskan bahwa kondisi persawahan warga perlu terus dipantau. Pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan akan melihat perkembangan kondisi lapangan serta mengupayakan langkah yang dapat dilakukan sesuai kewenangan dan kemampuan yang tersedia.



Langkah turun langsung tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah petani dinilai penting, terutama ketika warga menghadapi persoalan yang secara langsung mengancam lahan pertanian mereka.


Kekeringan bukan hanya persoalan air, tetapi juga menyangkut nasib petani, ketahanan pangan, dan perputaran ekonomi masyarakat.


Karena itu, upaya Camat Ladongi bersama Lurah Raraa dan Bhabinkamtibmas mencari solusi di lapangan menjadi sinyal bahwa persoalan pengairan sawah warga mendapat perhatian.


Kini, harapan petani Raraa tertuju pada terealisasinya sumber air alternatif. Jika sumur bor dapat diwujudkan dan mampu menyuplai kebutuhan persawahan, langkah tersebut diharapkan bisa menjadi penyelamat tanaman padi warga dari ancaman kekeringan.


Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, gerak cepat mencari sumber air menjadi kebutuhan mendesak. Sebab bagi petani, setiap hari tanpa air bisa menentukan apakah tanaman mereka tetap hidup atau justru terancam gagal dipanen. (Wyn)


Penulis : I Wayan Wirka

Editor Redaksi 

×
Berita Terbaru Update